RADIOLOGI
Apa itu Teknik Radiologi (Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi)?
Radiologi merupakan ilmu kedokteran untuk memindai dan mendiagnosis bagian dalam tubuh manusia dengan menggunakan sinar x, baik berupa gelombang elektromagnetik atau gelombang mekanik. Dengan kemajuan teknologi kedokteran yang lebih modern, radiologi tak hanya menggunakan sinar-x, tapi ultasonik seperti ultranonography (USG) dan magentic resonance imaging (MRI). Program studi Radiologi tersedia di program vokasi di beberapa perguruan tinggi dengan jenjang pendidikan Diploma 3 (D3) atau Diploma 4 (D4), dan juga pada pendidikan dokter spesialis bagi yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dokter. Ilmu yang dipelajari serupa dengan yang dipelajari pada program studi Fisika Medis, Namun pada program vokasi pastinya mahasiswa akan mendapatkan porsi praktik lebih besar daripada teori, beda dengan program studi Fisika Medis yang berjenjang Strata 1 (S1).
Kenapa Kamu Memilih Jurusan Ini?
Tertarik untuk mempelajari ilmu kesehatan/medis nggak melulu harus masuk program studi Kedokteran, kok. Kamu bisa memilih prodi ini, terutama ketika kamu punya ketertarikan di bidang teknologi kedokteran, dan manajerial rumah sakit. Apalagi kebutuhan akan tenaga Radiografer sangat tinggi. Pemakaian alat-alat radiasi sedikit banyaknya akan menimbulkan efek tertentu bagi pasien maupun Radiografer itu sendiri, karenanya, menjadi Radiografer berarti kamu harus sangat teliti dan zero mistake.
Radiografi => Penggunaan sinar pengion (Sinar X, Gamma) untuk membentuk bayangan benda pada film
Radiograf => Gambaran benda yang diambil secara Radiografi (Hasil gambaran Radiografi)
Radiografer => User/Orang dalam tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dengan tugas, wewenang dan tanggungjawab untuk melakukan kegiatan radiografi, imejing, kedokteran nuklir dan radioterapi di pelayanan kesehatan dalam upaya peningkatan kualuats pelayana kesehatan.
SEJARAH SINGKAT RADIOGRAFI
Radiografi tercipta karena adanya sinar X yang diciptakan oleh seorang fisikawan Jerman yaitu Wilhem Conrad Rontgen tahun 1895, beliau menemukan sinar X pada saat melakukan eksperimen dengan arilan arus listrik dan tabung gelas yang dikosongkan (Tabung Katode).
Rontgen mengamati bahwa potongan barium platinosianida yang berdekatan melepaskan sinar saat tabung itu dioperasikan. Ia merumuskan teori bahwa saat sinar katode (elektron) menembus dindng gelas tabung, beberapa radiasi yang tak diketahui terbentuk yang melintasi ruangan, menembus bahan kimia , dan menyebabkan flurosensi. Pengamatan lanjutan dia mengungkapkan bahwa kertas, kayu, dan alumunium, dan antara bahan lain, transparan pada nemtuk baru radiasi ini, ia menemukan bahwa mempengaruhi plat fotorgafi. Dalam percobaan yang tidak pasti itu beliau menyebut fenomena Radiasi X walau juga dikenal dengan radiasi Rontgen. Beliau mengambil fotografi sinar-X pertama kalinya pada tangan istrinya untuk dijadikan sebagai objek fotografi. Dari percobaan inilah bisa lahir pesawat X-ray konvensional yang sering kita lihat di Rumah Sakit untuk Rontgen.
PROSPEK KERJA
Lulus dengan predikat Sarjana Sains Terapan (S.ST) untuk program vokasi D4, kamu juga bisa melanjutkan studi ke jenjang Strata 2 (S2). Sedangkan untuk program D3 akan bergelar Ahli Madya Radiodiagnostik dan Radioterapi. Lulusan Radiologi dibekali dengan keterampilan mengoperasikan alat-alat MRI, CT Scan, PET Scan, USG, dan Radioterapi dan menganalisa hasilnya, serta keterampilan manajerial. Untuk mendapatkan gelar profesi Radiografer, lulusan TRO juga harus memiliki surat izin Radiografer dan surat izin kerja Radiografer dari Persatuan Ahli Radiografi Indonesia (PARI).
OKE GENGS SEKIAN DARI POSTINGAN YANG KEDUA SIAPA YANG BERMINAT MASUK RADIOLOGI BISA DI COBA JOIN KE KAMPUS KITA YA !!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar