Kamis, 29 Oktober 2020

POSTER MENCEGAH COVID 19 DENGAN PROTOKOL KESEHATAN

 



Tahun 2020 dimana pada tahun ini seluruh dunia menjadi saksi wabah terbesar penyakit baru yaitu COVID - 19 yang di awali dengan kedatangan virus bernama coronavirus di Wuhan, China hingga mewabah ke seluruh dunia. Banyak sekali negara - negara yang mulai tertutup hingga terjadilan lockdown masal satu dunia atau kalo di Indonesia biasa di sebut PSBB. 

Dengan dimulai nya era baru ketika dunia telah terbuka kembali, meskipun dengan aturan yang ketat dan terjaga kali ini banyak sekali negara yang mengandalkan protokol kesehatan yang langsung di keluarkan oleh WHO untuk mencegah penyebaran virus ini berlebih.

Kali ini saya akan membahas beberapa langkah penting dari protokol kesehatan pencegahan COVID - 19. Saya akan coba telaah per poin.


Poin Pertama - Cuci tangan anda sesering mungkin. 

Jika anda yang sering berkeluaran seperti bekerja atau hal mendesak lainnya, sebainya anda sesering mungkin untuk melakukan hal yang lazim seperti cuci tangan. Dalam hal ini kita di anjurkan kemana pun itu selalu membawa Hand Sanitizer untuk pembersihan tangan, atau jika di tempat terdekat anda ada tempat cuci tangan beserta sabun di anjurkan lebih baik di sana. Hal ini akan menjadi kewajiban kita dalam menjalani new normal atau era baru tahun ini.


Poin Kedua - Hindari menyentuh area mata, hidung dan mulut anda.

Ini merupakan hal penting jika anda yang sering sekali menyentuk area - area yang dilarang kali ini, seperti mata, hidung atau mulut. Dikarenakan jika anda sesering mungkin menyentuh area ini ketika anda sedang di luar dalam keadaaan anda tidak bersih bisa saja menjadi luka diri, yaitu banyak sekali debu yang masuk ke area tersebut. Makanya untuk sekarang di manapun kita ketika keluar luar hendaklah jangan sering menyentuh area tersebut bisa menular dari tempat atau debu atau angin dan sering lah cuci tangan ketika anda hendak menyentuh area tersebut.


Poin Ketiga - Tutup mulut ketika batuk dengan siku atau tisu.

Hal lazim ketika orang sedang batuk kita masih santai - santai saja, tapi kalo sekarang mah hal sangat menakutkan ketika ada orang di sekitar anda yang mengalami batuk. Ketahuilah batuk bisa menyebar lewat udara air liur nya dan ketika di merupakan orang yang terkena COVID jangan berkontak dengan dia. Di haruskan untuk kita menutup area mulut ketika kita batu dengan siku atau tisu di dalam rumah maupun di luar untuk mencegah tertular yang lainnya. 


Poin Keempat - Hindari tempat keramaian dan kontak dekat dengan siapapun yang mempunyai gejala batuk atau demam.

Gejala batuk atau demam merupakan salah satu tanda anda harus di segerakan di bawa ke rumah sakit atau klinik terdekat. Ini bisa saja menjadi gejala awal anda bisa ter infeksi virus COVID. Ketika anda hendak bepergian bersama teman atau kerabat di haruskan jaga jarak karena anda masih harus menghindari area yang sangat ramai dan jangan lah dekat banget dengan temen anda yang dulunya atau sekarang lagi terkena gejala demam atau batuk.


Poin Kelima - Tetaplah di rumah, keluar jika keperluan penting.

Stay at home atau tetaplah terjaga di rumah yaitu kata penting yang sekarang harus kita terapkan. Karena dengan marak nya wabah COVID ini kita di anjurkan untuk di dalam rumah saja dan kita bisa saja bepergian hanya keperluan penting seperti kerja, ke kampus atau yang lainnya jangan sampai bepergian ke tempat yang tidak di anjurkan.


Poin Keenam - Jika anda merasa tidak enak badan seperti demam, segerakan minta bantuan medis.

Hal yang paling di takutkan sekarang adalah ketika terkena penyakit kecil seperti demam tinggi yang biasanya aja kita tidak se scary ini, karena ini merupakan gejala kecil dari tertularnya virus COVID jadi segerakan lah kalian jika merasakan hal ini bisa ke klinik terdekat atau ke rumah sakit.


Poin Ketujuh - Dapatkan informasi dari sumber terpercaya.

Untuk mendapatkan semua informasi terbaik dalam hal virus ini kita bisa mengadalkan dari WHO atau dari kemenkes negara masing - masing, untuk bisa mencegah dan dapet mengetahui apa saja gejala yang akan di derita.


SEKIAN GENGSSSS !!!

STAY AT HOME !!!

STAY HEALTHYYYY EVERYONEEE !!!

Rabu, 28 Oktober 2020

MINE

MINE



Haiii, guysss... 

Kali ini saya akan memperkenal kan diri saya yang bernama Misbahuddin Labib Al - Ghifari, saya sedang berkuliah di kampus STIKes Pertamedika yang berada di kota Jakarta Selatan, saya masuk ke jurusan D3 Radiologi semester 3 atau tingkat 2. 

Saya lahir di Indramayu 23 April 1999, saya lahir 21 tahun yang lalu sudah cukup lama dan semestinya saya sudah meranjak dewasa hehhehee...


Saya akan bercerita ketika saya lulus SMA di kota Tangerang Selatan !

Saya dulu pernah bersekolah di SMA 2 Tangsel, saya masuk tahun 2014 dan lulus pada tahun 2017. Di mulailah masa dimana saya akan beranjak ke dunia perkuliahan dan bisa saja saya berpisah dengan teman - teman lama saya. Saya di SMA masuk nya di tipe tes ujian saring jadi ketika ada snm atau undangan kelasan saya banyak yang tidak dapat karena jatah nya sudah di ambil oleh kelas tipe NEM.
Tapi, itu tidak berhasrat menyerah saya untuk kuliah di negeri. Dari awal semester 1 kelas 12 saya sudah mengikuti bimbel untuk sbm, tapi beberapa hasil tidak sesuai dengan kenyataan.

Bermula ketika saya ingin mengikuti sbm, saya kan berminat masuk ke kuliah jurusan paling susah sedunia yaitu, the top jurusan kesehatan adalah KEDOKTERAN, dimana sbm itu tidak modal hoki bisa modal kepercayaan tinggi dan kepintaran kelas atas, al hasil di ujian sbm tahun 2017 saya gagal karena memilih kampus yang terbilang berat, FK UNPAD, FK UNS dan FK UNSOED.

Tidak berhenti di situ saya mengambil alih ke kampus swasta di Jaksel, saya menemukan nya dan saya di sana tes hingga 3 kali tes baru saya di terima di sana sebagai mahasiswa baru jurusan kedokteran angkatan 2017. 

Semester awal semasa maba saya masih mencari pengalaman awal dari adaptasi masa sma ke kuliah, saya di sana tinggal di asrama selama 1 semester karena bersifat wajib. Di mulai lah saya harus bisa beradaptasi atau bertemu teman dengan sepemikiran saya supaya saya harus berhasil nantinya.

Seiring berjalan nya waktu, saya masuk di organisasi intra kampus yaitu IMM ( Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ), di sini saya di percaya menjadi ketua bidang yang mencakup kajian dan riset, mencakup 2 bidang itu sangat susah meskipun bukan ketua umum hehehe.. Saya merasa senang karena di percaya awalnya dan saya menjalani beberapa proker yang ada.

Memasuki tahun ke 2 saya di sini yaitu 2019, di mulailah rasa resah saya muncul di kampus ini dan teman - teman saya yang ibarat nya bukan teman dekat, tapi teman yang suka nya nongkrong mereka bukan tipe belajar heheheh.. Saya sebelum masuk 2019 ketika 2018 saya ikut sbm yang kedua kali tapi gagal dan ke 3 kalinya pas 2019 juga gagal... Saya resah dan sedikit stress menjalani ini karena banyak sekali tugas ataupun kerjaan yang menumpuk setiap waktunya sesampai saya bisa merasa depresi.

Ketika 2019, saya berhasrat berpindah kampus dari kampus ini dan saya berinteraksi kuat bersama ortu dan sahabat saya.. Tapi, hasil antara menguntungkan atau merugikan karena al hasil saya bisa keluar dari kampus ini, padahal hasrat saya hanya ingin cuti tapi sudah kelamaan rentang waktunya jadi saya di keluarkan oleh kampus.

ALASAN UTAMA SAYA KELUAR DARI KEDOKTERAN DI KAMPUS INI, YAAA SAYA MERASA DI ANGGAP TIDAK ADA DAN TIDAK PENTING KARENA SAYA BUKAN TIPE ANAK YANG PINTER - PINTER BANGET, BANYAK SEKALI ANAK - ANAK DI SINI YANG MEMILAH - MEMILAH TEMAN PINTAR HANYA UNTUK KEPENTINGAN SENDIRI, SEPERTI EGOIS INGIN MENANG SENDIRI, TIDAK MEMPERDULIKAN YANG LAINNYA.
SAYA MERASA CANGGUNG KARENA BANYAK NILAI SAYA YANG D DAN SAYA BERAGUMEN KELUAR KAMPUS KARENA " ADA TIPE ANAK YANG SETIAP HARINYA TIDAK MASUK MATA KULIAH, NGANDELIN TEMEN UNTUK TITIP ABSEN DAN MASUK CUMAN PAS PRAKTEK ATAU PRAKTIKUM, SETIAP HARINYA ADA GENG YANG SEPERTI ITU, TAPI MEREKA BANYAK KONEKSI KETIKA UJIAN BERLANGSUNG DIA BAGUS NILAINYA KARENA MEREKA GA PAHAM DAN GA NGERTI JADI NGANDELIN YANG PINTER DOANG SATU ANAK "

Ya, setelah saya di keluarkan saya masuk ke kampus selanjutnya di STIKes Jaksel, semoga semua nya amanah !!!

SANKYUUUU

APPENDICITIS

 APPENDICITIS


Penyakit usus buntu adalah peradangan yang terjadi pada usus buntu atau apendiks. Usus buntu merupakan organ berbentuk kantong kecil dan tipis, berukuran sepanjang 5 hingga 10 cm yang terhubung pada usus besar. Saat menderita radang usus buntu, penderita dapat merasa nyeri di perut kanan bagian bawah. Jika dibiarkan, infeksi dapat menjadi serius dan menyebabkan usus buntuh pecah, sehingga menimbukan keluhan rasa nyeri hebat hingga membahayakan nyawa penderitanya.

Radang usus buntu dapat terjadi pada semua usia, namun paling sering pada usia 10 sampai 30 tahun. Selain pada orang dewasa, usus buntu pada anak juga bisa terjadi. Penyakit usus buntu bisa disebabkan sumbatan pada usus buntu, baik sebagian atau total. Hambatan usus buntu yang menyeluruh merupakan kondisi darurat dan perlu segera ditangani dengan tindakan operasi.

Gejala Penyakit Usus Buntu

Gejala utama pada penyakit usus buntu adalah nyeri pada perut. Nyeri ini disebut kolik abdomen. Rasa nyeri tersebut dapat berawal dari pusar, lalu bergerak ke bagian kanan bawah perut. Namun, posisi nyeri dapat berbeda-beda, tergantung usia dan posisi dari usus buntu itu sendiri. Dalam waktu beberapa jam, rasa nyeri dapat bertambah parah, terutama saat kita bergerak, menarik napas dalam, batuk, atau bersin. Selain itu, rasa nyeri ini juga bisa muncul secara mendadak, bahkan saat  penderita sedang tidur. Bila radang usus buntu terjadi saat hamil, rasa nyeri bisa muncul pada perut bagian atas, karena posisi usus buntu menjadi lebih tinggi saat hamil.

Gejala nyeri perut tersebut dapat disertai gejala lain, di antaranya:

Konsultasikan kepada dokter apabila mengalami nyeri perut yang perlahan-lahan makin parah dan meluas ke seluruh daerah perut. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda usus buntu telah pecah, dan mengakibatkan infeksi rongga perut atau peritonitis .

Penyebab Penyakit Usus Buntu

Penyakit usus buntu terjadi karena rongga usus buntu mengalami infeksi. Dalam kondisi ini, bakteri berkembang biak dengan cepat sehingga membuat usus buntu meradang, bengkak, hingga bernanah. Banyak faktor yang diduga membuat seseorang mengalami radang usus buntu, di antaranya:

  • Hambatan pada pintu rongga usus buntu
  • Penebalan atau pembengkakan jaringan dinding usus buntu karena infeksi di saluran pencernaan atau di bagian tubuh lainnya
  • Tinja atau pertumbuhan parasit yang menyumbat rongga usus buntu
  • Cedera pada perut.
  • Kondisi medis, seperti tumor pada perut atau inflammatory bowel disease.

Kendati demikian, penyebab penyakit usus buntu tetap belum dapat dipastikan.

Diagnosis Penyakit Usus Buntu

Diagnosis penyakit usus buntu dimulai setelah dokter menanyakan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menilai rasa nyeri, dan dilakukan dengan menekan area yang terasa nyeri. Radang usus buntu ditandai oleh rasa nyeri yang semakin parah setelah tekanan tersebut dilepas dengan cepat.

Guna memastikan diagnosis, dokter perlu melakukan sejumlah tes. Tes yang dilakukan berupa:

  • Tes darah, guna memeriksa jumlah sel darah putih yang menandakan adanya infeksi.
  • Tes urine, untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit lain, misalnya infeksi saluran kemih atau batu ginjal.
  • CT scan atau USG, untuk memastikan rasa nyeri pada perut disebabkan penyakit usus buntu.
  • Pemeriksaan panggul, untuk memastikan rasa nyeri bukan disebabkan masalah reproduksi atau infeksi panggul lainnya.
  • Tes kehamilan, guna memastikan rasa nyeri tersebut bukan disebabkan kehamilan ektopik.
  • Foto Rontgen dada, untuk memastikan rasa nyeri bukan disebabkan pneumonia sebelah kanan, yang gejalanya mirip radang usus buntu.

Pengobatan Penyakit Usus Buntu

Langkah pengobatan utama untuk penyakit usus buntu adalah melalui prosedur operasi pengangkatan usus buntu, atau yang dikenal dengan istilah apendektomi. Namun sebelum dilakukan operasi, penderita biasanya diberi obat antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi, terutama pada usus buntu yang belum pecah namun sudah terbentuk abses. Sedangkan pada usus buntu yang ringan, pemberian antibiotik sebelum operasi dapat memulihkan kondisi sebagian pasien, sehingga operasi tidak perlu dilakukan.

Terdapat dua cara dalam melakukan apendektomi, yaitu secara laparoskopi atau operasi lubang kunci, dan bedah terbuka atau laparotomi. Kedua teknik bedah tersebut diawali dengan melakukan bius total pada pasien. Operasi usus buntu dengan laparoskopi dilakukan dengan membuat beberapa sayatan kecil sebesar lubang kunci pada perut, untuk memasukkan alat bedah khusus yang dilengkapi kamera untuk mengangkat usus buntu. Operasi ini lebih disukai karena proses pemulihannya lebih singkat. Operasi jenis ini juga dianjurkan pada penderita lansia atau obesitas.

Sementara operasi dengan bedah terbuka dilakukan dengan membedah perut bagian kanan bawah sepanjang 5-10 sentimeter, dan mengangkat usus buntu. Bedah terbuka ini sangat dianjurkan untuk kasus usus buntu di mana infeksi telah menyebar ke luar usus buntu, atau jika usus buntu sudah bernanah (abses).

Sementara untuk kasus usus buntu yang telah pecah dan terjadi abses, perlu dilakukan pengeluaran nanah terlebih dahulu dari abses menggunakan selang yang dimasukkan melalui sayatan pada kulit. Pelaksanaan apendektomi baru bisa dilakukan beberapa minggu kemudian setelah infeksi terkendali.

Proses pemulihan pasca apendektomi pada bedah laparoskopi lebih singkat dibanding bedah terbuka. Pasien dapat pulang dari rumah sakit beberapa hari pasca operasi. Namun jika terjadi komplikasi saat operasi, maka perawatan di rumah sakit dapat berlangsung lebih lama. Selama masa pemulihan, pasien tidak diperbolehkan mengangkat beban yang berat, dan dianjurkan untuk tidak  berolahraga dahulu selama sekitar 6 minggu. Setelah itu, pasien dapat kembali beraktivitas secara normal.

Komplikasi Penyakit Usus Buntu

Penyakit usus buntu yang tidak diobati berisiko menimbulkan komplikasi yang membahayakan. Komplikasi tersebut antara lain:

  • Abses atau terbentuknya kantong berisi nanah. Komplikasi ini muncul sebagai usaha alami tubuh untuk mengatasi infeksi pada usus buntu. Penanganannya dilakukan dengan penyedotan nanah dari abses atau dengan antibiotik. Jika ditemukan dalam operasi, abses dan bagian di sekitarnya akan dibersihkan dengan hati-hati dan diberi antibiotik.
  • Peritonitis. Peritonitis adalah infeksi pada lapisan dalam perut atau peritoneum. Peritonitis terjadi saat usus buntu pecah dan infeksi menyebar hingga ke seluruh rongga perut. Penanganan kasus ini dilakukan dengan pemberian antibiotik dan tindakan bedah terbuka secepatnya, untuk mengangkat usus buntu dan membersihkan rongga perut. Peritonitis ditandai dengan nyeri seluruh perut yang hebat dan terus menerus, demam, serta detak jantung yang cepat.

Penyakit usus buntu perlu segera diatasi agar tidak menimbulkan komplikasi namun operasinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, mendaftarkan diri Anda sebagai anggota asuransi kesehatan bisa menjadi pilihan praktis untuk menghemat pengeluaran saat berobat.

KOMPUTER RADIOLOGI

COMPUTER RADIOLOGI



   A.    Definisi Computer Radiografi

·     Computer Radiografi (CR) merupakan suatu sistem atau proses untuk mengubah sistem analog pada konvensional radiografi menjadi digital radiografi.

·         Computed Radiography adalah proses digitalisasi gambar yang menggunakan lembar atau photostimulable plate untuk akusisi data gambar (Ballinger, 1999).



   B.     instrumen-instrumen yang terdapat pada computed radiology (CR), sebagai berikut :

A. Kaset (Cassette)

B. Scaner / Reader

C. Consol


     A. Kaset ( Film / Screen ) Analog

             Phospor screen (IS) pada kaset analog berfungsi mengubah sinar-x menjadi sinar tampak (gadolinium oxysulfide atau lanthanum oxybromide). Kaset CR hanya berisi plate yang dilapisi phospor /  storage phospor screens (barium fluorohalide), bentuknya seperti IS namun tanpa film sehingga dapat dipakai berulang-ulang


Cara Kerja Kaset CR :

1. Storage phospor screen di ekspose seperti biasa

2. Phospor menyerap radiasi pada derajat yang berbeda-beda tergantung pada area anatomikal nya

3. Phospor di isi oleh radiasi, besar nya isian tersebut tergantung kepada besarnya energi sinar-x yang diserap

4. isian ini bertahan dalam materi phospor sampai dihapus

·         Jenis-jenis kaset CR :

1. Kaset general purpose :

a. terdiri dari jenis rigid screen dan flexible screen

b. dipakai untuk radiografi konvensional

c. memori terpakai 9 - 15 MB / Image

d. terutama untuk aplikasi CHEST pada MCU masal, rata" foto thorax berkapasitas 10 MB / Image

e. Rigid Screen = tidak terjadi kontak mekanikal phospor, berusia pakai lebih lama dibanding dengan fleksibel screen, yang di transport oleh roller

f. memakai single atau double phospor layer

g. resolusi sekitar 70 - 115 micron

h. ukuran nya bervariasi : 15 x 30 cm ,  18 x 24 cm, 24 x 30 cm, 35 x 35 cm, dan 35 x 43 cm


2. Kaset Panjang (Long Length / Full Spine)

a. dipakai untuk radiografi pada tulang panjang, dan tulang belakang

b. pada kasus chiropractic untuk melihat tulang, study scoliosis, dan koreksi operasi

c. ukuran yang biasa dipakai  35 x 84 cm (portable), 43 x 129 cm atau sambungan dari 4 kaset berukruan 35 x 43 cm (wallfixed)

d. memerlukan software khusus untuk menyatukan gambar



3. Kaset ber resolusi tinggi (HR/EHR)

a. bisa dipakai untuk mammografi yang memerlukan ketelitian tinggi

b. resolusi 43,5 - 5 mikron meter

c.  Ukuran : 18 x 24 cm dan 24 x 30 cm

d. Kapasitas memori mencapai 30 MB / Image, sehingga waktu scanning lebih lama dari general purpose



B. Scanner - Scanning

            adalah alat untuk membaca informasi sinar-x yang diterima oleh kaset CR / PSP secara analog dan merubah informasi tersebut menjadi data digital, sementara scanning merupakan proses nya, dan scanner adalah alatnya atau bisa juga disebut Digitizer.

cara kerja scanner :

a. kaset yang akan dibaca di tandai dengan barcode terlebih dahulu agar sesuai dengan pasien dan pemeriksaan

b. didalamnya terdapat reaktor laset (optical), dengan bantuan sinar laser untuk merangsang aktifasi phospor (stimulate) dan detektor (PMT) untuk menangkap emisi phospor sebagai informasi yang akan dioleh menjadi data

c. data tersebut diolah dan divisualisasikan dalam format digital

d. setelah selesai proses scan, informasi yang ada pada plate kemudian dihapus dengan memaparkan sinar intensitas tinggi supaya plate bisa dipergunakan kembali.

e. seluruh sistem itu digerakkan secara motorik / mekanik



Scanning dilakukan selama 20 ms per garis, sinyal yang diterma PMT masih berwujud analog lalu didigitalisasi oleh digitizer.



C. CONSOL

            konsol pada CR adalah perangkat keras dan lunak sperti hal nya perangkat komputer di rumah atau yang biasa kita sebut sebagai Personal Computer (PC) yang terdiri dari :

a. Monitor

b. CPU

c. Cassette ID Scanner - barcode reader

d. DICOM store / server

   Pada perangkat lunaknya memiliki bermacam pilihan sesuai dengan kebutuhan CR seperti mammografi , longlength image, Enchancement, dsb. semakin lengkap fitur yang dimiliki CR, semakin mahal juga harga dari CR tersebut. sedangkan DICOM (Digital Imaging and Communication on Medicine) adalah sistem penyimpanan image dalam kapasitas medis yang memerlukan ketelitian sehingga kapasitasnya besar (MB/image)



Fungsi Konsol :

a. Memasukan data pasien

b. menentukan alur kerja radiologi

c. mengolah data dan image pasien sesuai dengan jenis pemeriksaannya

d. melakukan quality control image sebelum didistribusikan

e. melakukan pendistribusian image untuk mencetak image pada printer, kepentingan backup menggunakan CD/DVD, untuk share menggunakan jaringan RIS/HIS.




·         Computer Radiografi (CR) mempunyai perlengkapan operasional yang terdiri dari :

a). Imaging Plate

            Imaging plate merupakan media pencatat sinar-X pada Computer Radiografi yang terbuat dari bahan photostimulable phosphor tinggi. Dengan menggunakan Imaging plate memungkinkan processor gambar untuk memodifikasi kontras.

        Imaging plate berada dalam kaset Imaging. Fungsi dari Imaging plate adalah sebagai penangkap gambar dari objek yang sudah di sinar (ekspose). Prosesnya adalah pada saat terjadinya penyinaran, Imaging plate akan menangkap energi dan disimpan oleh bahan phosphor yang akan dirubah menjadi Electronic Signal dengan laser scenner dalam image reader.

(Sumber : Merril’s Tenth edition, Chapter 34, Computed Radiography : 358)

·         Struktur dari imaging plate adalah :

a)    Protective layer : berukuran tipis & transparent berfungsi untuk melindungi IP.

b)    Phosphor layer : mengandung barium fluorohalide dalam bahan pengikatnya.

c)    Reflective layer : terdiri dari partikel yang dapat memantulkan cahaya.

d)  Conductive layer : terdiri dari Kristal konduktif. Yang berfungsi untuk mengurangi masalah yang disebabkan oleh electrostatic. Selain itu ia juga mempunyai kemampuan untuk menyerap cahaya dan dengan demikian hal tersebut dapat meningkatkan ketajaman gambaran.

e)    Support layer : mempunyai stuktur dan fungsi yang sama seperti yang ada pada intensifying screen.

f)    Backing layer : lapisan soft polimer untuk melindungi imaging plate selama proses pembacaan di dalam image reader.

g)   Bar code label : digunakan untuk memberikan nomor seri dan untuk mengidentifikasi imaging plate tertentu yang kemudian dapat dihubungkan dengan data pasien.

b). Image reader

        Image reader berfungsi sebagai pembaca dan mengolah gambar yang diperoleh dari Image plate. Semakin besar kapasitas memorinya maka semakin cepat waktu yang diperlukan untuk proses pembacaan Image plate, dan mempunyai daya simpan yang besar. Waktu tercepat yang diperlukan untuk membaca imaging plate pada image reader yaitu selama 64 detik.

            Selain tempat dalam proses pembacaan, Image reader mempunyai peranan yang sangat penting juga dalam proses pengolahan gambar, sistem transportasi Image plate serta penghapusan data yang ada di Image plate. Image reader sudah dilengkapi dengan monitor yang berfungsi untuk menampilkan gambar yang sudah di baca oleh Image reader disebut dengan image console.

         Image console berfungsi sebagai media pengolahan data, berupa computer khusus untuk medical imaging dengan touch screen monitor. Image console dilengkapi oleh bebagai macam menu yang menunjang dalam proses editing dan pengolahan gambar sesuai dengan anatomi tubuh, seperti kondisi hasil gambaran organ tubuh, kondisi tulang dan kondisi soft tissue.

            Terdapat menu yang sangat diperlukan dalam teknik radiofotografi yaitu kita bisa mempertinggi atau mengurangi densitas, ketajaman, kontras dan detail dari suatu gambaran radiografi yang diperoleh.

d). Image recorder

          Image recorder mempunyai fungsi sebagai proses akhir dari suatu pemeriksaan yaitu media pencetakan hasil gambaran yang sudah diproses dari awal penangkapan sinar-X oleh image plate kemudian di baca oleh image reader dan diolah oleh image console terus dikirim ke image recorder untuk dilakukan proses output dapat berupa media compact disc sebagai media penyimpanan.atau dengan printer laser yang berupa laser imaging film.

·                Keuntungan dan Keterbatasan Computed Radiography

1) Keuntungan Computed Radiography

    a)     Computed Radiography mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan radiografi konvensial, antara lain :

      b)      Angka pengulangan yang lebih rendah karena kesalahan-kesalahan faktor teknis.

      c)      Resolusi kontras yang lebih tinggi dan latitude eksposi yang lebih luas dibandingkan emulsi film radiografi.

      d)     Tidak memerlukan kamar gelap atau biaya untuk film ( jika gambar tidak ditampilkan dalam hard copy).

      e)      Kualitas gambar dapat ditingkatkan.

     f)       Penyimpanan gambar lebih mudah baik dengan hard copy maupun penyimpanan elektronik. ( Papp, 2006).


2). Keterbatasan Computed Radiography

       a)      Keterbatasan dari Computed Radiography antara lain :

       b)      Biaya yang cukup tinggi untuk IP, unit CR reader, hardware dan software untuk workstation.

       c)      Resolusi spatial rendah.

    d)     Pasien potensial untuk menerima radiasi yang overexposed. Computed Radiography (CR) dapat mengkompensasi overeksposure, sehingga radiografer terkadang member eksposi yang berlebih pada pasien.

       e)      Adanya artefak pada gambar akibat proses penghapusan IP yang kurang baik. ( Papp, 2006).


·         Persamaan Radiografi Konvensional dan Computed Radiography

1)   Menggunakan x-ray dalam pencitraan gambar

2)   Masih memilih Kvp dan mAs yang standar

3)   Menggunakan kaset atau gambar reseptor

4)   Terdapat bayangan laten yang dapat diolah menjadi bayangan nyata

e.    Perbedaan Radiografi Konvensional dan Computed Radiography


·         Radiografi Konvensional dan computed radiography mempunyai perbedaan yaitu:

1)   Pengumpulan gambar

        Pada radiografi konvensional pengumpulan gambar dengan menangkap sinar radiasi yang telah melewati pasien dengan menggunakan film ( blue atau green sensitive ).

       Computed radiography menggunakan imaging plate (IP) terbuat dari phosphor sebagai media pengumpul gambar  pengganti x-ray film, diletakan dalam imaging plate cassette ( IP cassette ).

2)   Pengolahan gambar

            Film x-ray dalam sistem konvensional selanjutnya diproses dengan menggunakan developer dan fixer ( proses manual atau otomatis ) sehingga menghasilkan gambar

             Pada computed radiography, image plate yang telah dieksposi selanjutnya dimasukan dalam reader unit, dengan laser scanner hasil eksposi pada image plate dibaca dan diubah menjadi signal digital yang selanjutnya ditampilkan pada monitor komputer.

3)   Penampilan gambar

            Konvensional radiografi gambar dihasilkan oleh x-ray film yang telah melalui beberapa proses yang berkesinambungan, sehingga apabila tejadi kesalahan pada salah satu atau beberapa bagian dari proses tersebut maka akan berpengaruh langsung dengan tampilan gambar. Untuk memperbaikinya proses harus diulang secara keseluruhan dari awal.

Sedangkan pada computed radiography gambar ditampilkan dengan monitor komputer yang didukung oleh software khusus untuk medical imaging sehingga gambar bisa diperbaiki pada tampilannya yang bertujuan untuk memudahkan menegakkan diagnosa suatu penyakit.

4)   Penyimpanan gambar

            Berbeda dengan konvensional radiografi yang menyimpan gambar hanya dalam bentuk x-ray film, computed radiography gambar dapat disimpan dalam bentuk hasil cetak seperti halnya x-ray film, juga memungkinkan untuk disimpan dalam hard disk, compact disk, floppy disk atau media penyimpanan digital lainnya.


APA SIH RADIOLOGI ITU ?

 RADIOLOGI


Apa itu Teknik Radiologi (Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi)?

Radiologi merupakan ilmu kedokteran untuk memindai dan mendiagnosis bagian dalam tubuh manusia dengan menggunakan sinar x, baik berupa gelombang elektromagnetik atau gelombang mekanik. Dengan kemajuan teknologi kedokteran yang lebih modern, radiologi tak hanya menggunakan sinar-x, tapi ultasonik seperti ultranonography (USG) dan magentic resonance imaging (MRI). Program studi Radiologi tersedia di program vokasi di beberapa perguruan tinggi dengan jenjang pendidikan Diploma 3 (D3) atau Diploma 4 (D4), dan juga pada pendidikan dokter spesialis bagi yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dokter. Ilmu yang dipelajari serupa dengan yang dipelajari pada program studi Fisika Medis, Namun pada program vokasi pastinya mahasiswa akan mendapatkan porsi praktik lebih besar daripada teori, beda dengan program studi Fisika Medis yang berjenjang Strata 1 (S1).


Kenapa Kamu Memilih Jurusan Ini?

Tertarik untuk mempelajari ilmu kesehatan/medis nggak melulu harus masuk program studi Kedokteran, kok. Kamu bisa memilih prodi ini, terutama ketika kamu punya ketertarikan di bidang teknologi kedokteran, dan manajerial rumah sakit. Apalagi kebutuhan akan tenaga Radiografer sangat tinggi. Pemakaian alat-alat radiasi sedikit banyaknya akan menimbulkan efek tertentu bagi pasien maupun Radiografer itu sendiri, karenanya, menjadi Radiografer berarti kamu harus sangat teliti dan zero mistake.


Radiografi => Penggunaan sinar pengion (Sinar X, Gamma) untuk membentuk bayangan benda pada film

Radiograf => Gambaran benda yang diambil secara Radiografi (Hasil gambaran Radiografi)

Radiografer => User/Orang dalam tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dengan tugas, wewenang dan tanggungjawab untuk melakukan kegiatan radiografi, imejing, kedokteran nuklir dan radioterapi di pelayanan kesehatan dalam upaya peningkatan kualuats pelayana kesehatan.


SEJARAH SINGKAT RADIOGRAFI

Radiografi tercipta karena adanya sinar X yang diciptakan oleh seorang fisikawan Jerman yaitu Wilhem Conrad Rontgen  tahun 1895, beliau menemukan sinar X pada saat melakukan eksperimen dengan arilan arus listrik dan tabung gelas yang dikosongkan (Tabung Katode). 

Rontgen mengamati bahwa potongan barium platinosianida yang berdekatan melepaskan sinar saat tabung itu dioperasikan. Ia merumuskan teori bahwa saat sinar katode (elektron) menembus dindng gelas tabung, beberapa radiasi yang tak diketahui terbentuk yang melintasi ruangan, menembus bahan kimia , dan menyebabkan flurosensi. Pengamatan lanjutan dia mengungkapkan bahwa kertas, kayu, dan alumunium, dan antara bahan lain, transparan pada nemtuk baru radiasi ini, ia menemukan bahwa mempengaruhi plat fotorgafi.  Dalam percobaan yang tidak pasti itu beliau menyebut fenomena Radiasi X walau juga dikenal dengan radiasi Rontgen. Beliau mengambil fotografi sinar-X pertama kalinya pada tangan istrinya untuk dijadikan sebagai objek fotografi. Dari percobaan inilah bisa lahir pesawat X-ray konvensional yang sering kita lihat di Rumah Sakit untuk Rontgen.


PROSPEK KERJA

Lulus dengan predikat Sarjana Sains Terapan (S.ST) untuk program vokasi D4, kamu juga bisa melanjutkan studi ke jenjang Strata 2 (S2). Sedangkan untuk program D3 akan bergelar Ahli Madya Radiodiagnostik dan Radioterapi. Lulusan Radiologi dibekali dengan keterampilan mengoperasikan alat-alat MRI, CT Scan, PET Scan, USG, dan Radioterapi dan menganalisa hasilnya, serta keterampilan manajerial. Untuk mendapatkan gelar profesi Radiografer, lulusan TRO juga harus memiliki surat izin Radiografer dan surat izin kerja Radiografer dari Persatuan Ahli Radiografi Indonesia (PARI).


OKE GENGS SEKIAN DARI POSTINGAN YANG KEDUA SIAPA YANG BERMINAT MASUK RADIOLOGI BISA DI COBA JOIN KE KAMPUS KITA YA !!!!

STIKes PERTAMEDIKA

 STIKes PERTAMEDIKA



STIKes Pertamedika atau Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamina Bina Medika merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang bergerak dibidang kesehatan dan berada di Jakarta.

Letaknya di Jalan Bintaro Raya No.10, RT.4/RW.10, Kebayoran Lama Utara, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. STIKes Pertamedika ini tetanggaan sama PT. Garudafood guys.


SEJARAH 

AKPER PERTAMINA didirikan atas dasar pemikiran yang dicetuskan pimpinan Pertamina untuk membantu pemerintah dalam bidang pendidikan khususnya Pendidikan.

Akademi Keperawatan PERTAMEDIKA yang didirikan berdasarkan SK Men.Kes. RI No. 130/KEP/DIKNAKES/VI/1989 tanggal 15 Juni 1989. dan SK Men.Kes. RI No. HK.03.2.4.1.00067 tanggal 9 Januari 2008, Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Pendidikan Akper Pertamina Provinsi DKI  Jakarta.

Akademi Keperawatan PERTAMEDIKA dan telah terakreditasi A pada tahun 2001 sampai dengan sekarang dari Departemen Kesehatan RI (Sertifikat Akreditasi A :  Nilai 89,42.  SK. Ka. Pusdiknakes Dep. Kes RI No. HK.00.04.04.3.2.00076 tanggal 17 Januari 2007).

Akademi Keperawatan PERTAMEDIKA kemudian dikembangkan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PERTAMEDIKA pada tahun 2008.


VISI

Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Terkemuka Menghasilkan Tenaga Kesehatan Profesional Melalui Proses Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Yang Berstandar Nasional dan Dapat Bersaing Secara Internasional dan unggul dalam Layanan Profesional Ramah Ikhlas Mutu dan Antusias (La PRIMA)tahun 2020.


MISI

  1. Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan Kesehatan  dengan iklim akademik yang kondusif dan inovatif dalam bentuk kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);
  2. Melaksanakan penelitian ilmiah  dibidang kesehatan  secara profesional berbasis eviden based;
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam konteks Kesehatan sesuai dengan perkembangan IPTEK sebagai bentuk kepedulian insan akademik merujuk pada La PRIMA.

TUJUAN

  1. Menghasilkan lulusan yang bertanggung jawab, berjiwa Pancasila, memiliki jiwa kepemimpinan, dan dapat mengembangkan serta menerapkan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan yang siap kerja dengan mahir berbahasa Inggris dan Jepang.
  2. Mampu melakukan kegiatan penelitian kesehatan dan menggunakan hasil penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan.
  3. Mampu mengidentifikasi, menganalisa, dan mengatasi masalah kesehatan disetiap tatanan layanan kesehatan sebagai bagian dari pengabdian masyarakat.

PROGRAM STUDI

S1 KEPERAWATAN, D3 KEPERAWATAN, D3 TEKNIK RADIOLOGI DAN S1 GIZI.


SEKIAN GENGS, DARI POSTINGAN PERTAMA SAYA YANG MEMPERKENALKAN KAMPUS SAYA !!!!